Building Information Modelling (BIM) merupakan terobosan teknologi pada sektor konstruksi sebagai sistem pemodelan digital. Teknologi ini membantu kolaborasi, visualisasi, dan pengelolaan proyek sehingga memudahkan pekerjaan dibandingkan metode konvensional. Industri konstruksi di dunia telah menyadari manfaat BIM seperti menghemat biaya, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi pekerjaan perbaikan. Oleh karena itu, banyak negara maju yang telah mengimplementasikan BIM pada berbagai proyek besar dan berpendapat bahwa penggunaan BIM sudah bukan bersifat opsional melainkan sebuah standar praktik dalam industri konstruksi. Namun, implementasi BIM di sektor konstruksi Indonesia masih tergolong rendah. Sehingga, perlu untuk menginvestigasi implementasi BIM di Indonesia dengan mengidentifikasi manfaat dan faktor penghambat implementasi BIM. Penelitian dilakukan pada 9 perusahan pada sektor konstruksi di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat implementasi BIM yang paling signifikan adalah adanya visualisasi dan pemodelan 3D. Adapun faktor penghambat implementasi BIM adalah kurangnya pengenalan teknologi software BIM di jenjang pendidikan.
Copyrights © 2021