Penelitian implementasi Lean Six Sigma pada proses pembuatan benang POY untuk mengurangi cacat benang putus (Reduce Yarn Break) di PT X Tbk. identifikasi menemukan jumlah cacat benang putus. Pengendalian kualitas perlu dilakukan agar hasil produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan. dengan pengendalian kualitas menggunakan pendekatan Lean Six Sigma metode Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC) memungkinkan perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan serta dapat menghemat biaya dan menghilangkan pemborosan. Six Sigma fokus pada kapabilitas proses serta mengurangi faktor-faktor penyebab kecacatan produk. Dengan implementasi Lean Six Sigma DMAIC pada proses pembuatan benang POY melalui metode Root Cause Analysis, Brainstorming dan Nominal Group Technique.Dengan menggunakan metode DMAIC tindakan perbaikan dengan menggunakan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso Seiketsu, Shitsuke) mampu mengurangi cacat benang putus.
Copyrights © 2021