Ikan tongkol sebagai bahan baku, olahan daging tongkol termasuk jenis pangan yang mudah rusak, maka proses penyimpanan dengan suhu rendah merupakan cara paling cepat. Kesegaran ikan tongkol sebagai bahan baku utama perlu dijaga dengan cara menggunakan pola penanganan rantai dingin. Kebutuhan mesin pendingin yang digunakan untuk mengawetkan makanan ataupun untuk keperluan menyimpan bahan-bahan kimia mendorong terciptanya frezeer. Pada dasarnya prinsip kerja dari frezeer adalah menciptakan suhu yang sangat rendah yang memungkinkan bahan-bahan makanan, buah–buahan membeku. Tujuan penelitian ini adalah memahami proses pembekuan ikan tongkol (Euthynnus affinis) secara modern dan mengetahui analisa usaha dari pembekuan ikan tongkol. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer didapatkan dari hasil observasi, dan dokumentasi. Sumber data sekunder didapatkan dari lireratur yang terkait dengan bahan dan pengamatan. Adapun metode yang digunakan adalah dengan observasi dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan pengolahan ikan tongkol. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengolahan pembekuan ikan tongkol terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu penerimaan bahan baku, penimbangan, pencucian awal, pemotongan kepala, pencucian kedua, penimbangan, sortasi, penyusunan, pembekuan, dan pelabelan. Usaha pembekuan pengolahan ikan tongkol layak dilanjutkan dengan BEP harga adalah Rp.5000,- dan BEP produksi 1 packs.Kata Kunci : Analisa Usaha, Ikan Tongkol, Pembekuan, Riau
Copyrights © 2021