Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid-19 yang sebagian bertransformasi ke bentuk kegiatan bisnis berbasis digital, merupakan suatu hal yang terbilang baru bagi sebagian besar perempuan – tidak saja di daerah/kota kecil namun juga di perkotaan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait dengan kerugian yang dialami. Pemahaman yang rendah terhadap teknologi informasi berikut dampak yang ditimbulkan maupun rendahnya pemahaman terhadap hukum sudah pasti akan menempatkan perempuan pada posisi rentan terhadap ketidakadilan. Oleh karenanya pemahaman akan hak dan kewajiban serta upaya penyelesaian sengketa dalam berbagai transaksi konsumen -khususnya secara digital- di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu yang dirasa penting. Kesadaran hukum perempuan Indonesia yang baik makin diperlukan dalam menghadapi berbagai resiko bertransaksi secara digital di era pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan kaum perempuan dapat secara cerdas dan mandiri mengamankan serta memperjuangkan hak-haknya apabila terjadi resiko dalam bertransaksi. Perempuan sebagai konsumen yang berada pada garda terdepan tentunya akan sangat sering bersinggungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Berbagai bentuk transaksi pada masa pandemi Covid
Copyrights © 2021