Jurnal Kreativitas PKM
Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021

Pemberian Madu Pada Klien Diare Dengan Masalah Keperawatan Peningkatan Frekuensi BAB Di Desa Rajabasa Lama Lampung Timur

Intan Putri (Mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Setiawati Setiawati (Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)



Article Info

Publish Date
03 Oct 2021

Abstract

ABSTRAK Diare di Indonesia merupakan penyakit endemis dan juga merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Angka kejadian diare Provinsi Lampung khususnya di Lampung Timur yaitu 21.588 kasus. Madu sebagai obat tradisional dengan berjuta khasiat sudah dikenal sejak zaman dahulu, bahkan Al-Quran menjelaskan manfaat lebah dan produknya sebagai penyembuh berbagai macam penyakit. Termasuk salah satunya diare. Madu adalah agen non alergi, nutrisi alami yang tinggi nilai antioksidan, anti-inflamasi, dan memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian, untuk mendapatkan pengalaman dan kompetensi lebih dalam pemberian asuhan keperawatan komprehensif pemberian madu terhadap penurunan frekuensi bab. Adapun intervensi yang dilakukan dengan pemberian madu 1 sdm dengan dilarutkan kedalam air 100 cc selama 5 hari diminum secara rutin 3 kali sehari.  Terdapat penurunan frekuensi bab setelah diberikan madu pada anak diare. Dengan demikian pemberian madu pada anak diare untuk menurunkan frekuensi buang air besar sangat efektif. Kata Kunci: Diare, Madu, Nutrisi ABSTRACTDiarrhea in Indonesia is an endemic disease and is also a potential disease of Extraordinary Events (KLB) which is often accompanied by death. The incidence of diarrhea in Lampung Province, especially in East Lampung is 21,588 cases. Honey as a traditional medicine with millions of benefits has been known since ancient times, even the Koran explains the benefits of bees and their products as a cure for various diseases. Including one of them diarrhea. Honey is a non-allergic agent, a natural nutrient that is high in antioxidant value, anti-inflammatory, and has antibacterial activity. The aim of the study was to gain more experience and competence in the provision of comprehensive nursing care for honey to reduce chapter frequency. The interventions were carried out by giving 1 tablespoon honey dissolved into 100 cc of water for 5 days drink routinely 3 times a day. There is a decrease in the frequency of chapters after giving honey to children with diarrhea. Thus giving honey to children with diarrhea to reduce the frequency of chapters is very effective.  Keywords: diarrhea, honey, nutrient

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

kreativitas

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada ...