Pelayanan kesehatan selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas sangat penting bagi keberlangsungan hidup ibu dan bayi, termasuk dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Tingginya angka kunjungan ANC di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin tidak diikuti dengan tingginya pemanfaatan rawat inap kebidanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rencana pemilihan tempat persalinan pada pasien peserta JKN di poliklinik kandungan dan kebidanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional. Jumlah populasi 417 orang, dengan jumlah sampel 101 orang dan diambil dengan purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari hasil kuesioner rencana pemilihan tempat persalinan dan karakteristik responden (pekerjaan, pendidikan, akses pelayanan kesehatan, status ekonomi, dan diagnosa tenaga medis). Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square. Analisis multivariat dilakukan dengan uji regresi binari logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi responden paling banyak pada kategori rencana pemilihan tempat persalinan FKTP (75 orang, 74,3%), pekerjaan IRT (59 orang, 58,4%), pendidikan perguruan tinggi (52 orang, 51,5%), status ekonomi baik (76 orang, 75,2%), akses pelayanan kesehatan dekat (60 orang, 59,4%), dan diagnosa tenaga medis risiko rendah (75 orang, 74,3%). Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi rencana pemilihan tempat persalinan adalah diagnosa tenaga medis (p<0,001).
Copyrights © 2020