ABSTRAK Kepemilikan jamban merupakan usaha manusia untuk memelihara kesehatan dengan membuat lingkungan tempat menjadi sehat. Penduduk Indonesia yang menggunakan jamban sehat hanya 54% (Sujudi, 2009). Jamban sehat dapat mencegah penyakit diare sebesar 28%. Kejadian diare di Dusun Sinar Banten 25% dari seluruh kejadian diare di desa Ogan Jaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui fenomena kepemilikan jamban terhadap perilaku buang air besar di Dusun Sinar Banten Kabupaten Lampung Utara.Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu kader posyandu dan informan lainnya yaitu ibu tetua dan kepala keluarga. Sedangkan informan untuk triangulasi sumber adalah kepala Puskesmas Pembantu. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi tempat buang air besar. Analisa data menggunakan Content Analysis dengan menggunakan matrik.Hasil penelitian didapatkan tiga jenis kepemilikan jamban yaitu jamban milik sendiri, jamban dibuat bersama dan jamban milik paman atau menumpang dengan paman. Sedangkan perilaku Buang Air Besar terbagi atas 3 kategori berdasarkan status kepemilikan jamban yaitu perilaku BAB di jamban sendiri, Perilaku BAB di jamban bersama dan Perilaku BAB menumpang di Jamban Paman. Jamban yang digunakan oleh semua informan dengan jenis cubluk dan belum memenuhi syarat jamban sehat. Untuk informan yang menggunakan jamban bersama dan menumpang berlaku antrian sehingga ada informan yang harus Buang Air Besar Sembarangan di sungai, kebun bahkan hutan jika informan tidak mampu untuk menahan hajat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat tiga jenis kepemilikan jamban yaitu milik sendiri, milik bersama dan menumpang. Sedangkan perilaku BAB tergantung dari status kepemilikan jamban. Jenis jamban yang dimiliki adalah cubluk/cemplung dan belum memenuhi syarat jamban sehat.
Copyrights © 2016