Penelitian ini dilakukan berawal dari kondisi rendahnya pencapaian nilai akhir siswa dalam pembelajaran yang menyebabkan perlunya kepekaan seseorang guru untuk menggunakan suatu model pembelajaran yang dapat memicu siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Fenomena ini perlu dicermati sebagai upaya untuk melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode yang tepat sehingga memberdayakan siswa sepenuhnya dalam belajar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan Penggunaan model pembelajaran Type Collaboration Problem Solving dalam pembelajaran membuat siswa tidak bosan dan jenuh sebaliknya merasa senang sehingga aktivitas belajar mereka meningkat. Hal ini terbukti pada siklus I ada 11,54% atau 3 siswa yang aktif, 26,92% atau 7 siswa yang cukup aktif dan 65,38% atau 17 siswa yang kurang aktif pada saat pembelajaran. Setelah guru memperbaiki hasil refleksi pada siklus I maka pada siklus II didapat 38,46% atau 10 siswa aktif pada saat pembelajaran dan 46,15% atau 12 siswa tidak yang cukup aktif pada saat pembelajaran serta 15,38% atau 4 siswa yang tidak aktif pada saat pembelajaran. Hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapai siswa. Model pembelajaran Type Collaboration Problem Solving dapat meningkatan hasil belajar peserta didik pada materi Perbaikan dan Perlatan Listrik Rumah Tangga di kelas XII LC SMK Negeri 2 Bogor dengan menggunakan model pembelajaran Type Collaboration Problem Solving.
Copyrights © 2021