Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan institusional, arus kas bebas (FCF), dan set kesempatan investasi (IOS) pada kebijakan hutang perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014-2016. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan 108 sampel setelah dikurangi dari outlier. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan set kesempatan investasi (IOS) tidak berpengaruh pada kebijakan hutang. Sedangkan arus kas bebas (FCF) berpengaruh positif terhadap kebijakan utang.
Copyrights © 2018