Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi. Menurut data Statistik Transportasi Darat, Provinsi Jawa Timur menyumbang angka kecelakaan lalu lintas paling tinggi di Indonesia pada tahun 2018. Surabaya yang merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Timur memiliki angka kecelakaan lalu lintas yang selalu meningkat dari tahun 2014-2017. Berdasarkan penelitian terdahulu, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor lebih tinggi dibanding moda transportasi lainnya. Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Surabaya dari perspektif tata ruang belum banyak dibahas sebelumnya. Studi untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di Surabaya perlu dilakukan, salah satu caranya yaitu dengan pemodelan spasial kecelakaan lalu lintas dengan bantuan perhitungan statistik dan Sistem Informasi Geografis (GIS). Data kecelakaan lalu lintas dihimpun dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Ditlantas Polda Jatim), kemudian dilakukan identifikasi karakteristik kecelakaan lalu lintas Surabaya. Setelah itu dilakukan pemodelan spasial menggunakan analisis hot spot untuk memetakan daerah rawan kecelakaan di Surabaya dan Count Incident by Line of Communication untuk memetakan frekuensi kecelakaan di setiap ruas jalan. Berikutnya, dilakukan analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecelakaan, menggunakan chi-kuadrat, koefisien kontingensi, dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa faktor penggunaan lahan, tipe jalan, jumlah arah, jumlah lajur, dan keberadaan median memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecelakaan lalu lintas di Surabaya. Informasi ini berguna bagi pembuat kebijakan di bidang tata ruang dan transportasi untuk merumuskan strategi yang dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas Surabaya.
Copyrights © 2021