Abstrakpenelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masalah yang di timbulkan oleh para remaja di Kabupaten Dompu, adapun metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara secara tatap muka, dokumentasi dan obeservasi, tentang hilangnya identitas budaya pada perilaku remaja kabupaten Dompu, dengan menggukan kemudian, informan yang di ambil berjumlah 10 orang di masing-masing Kelurahan dan Desa, yang terdiri dari 5 orang dari Keluarahan Bali I dan 5 orang Desa Riwo Dusun Ria, adapun jenis atau jabatan informan adalah sebagai berikut Tokoh Agama, Toko Masyarakat, Ahli budaya dan Tokoh pemuda. Berdasarkan hasil penelitian Hilanya identitas budaya pada perilaku remaja Kabupaten Dompu, ditemukan bahwa telah terjadi pengikisan budaya hal itu di buktikan dari adanya sikap remaja yang sangat jarang mengungkapkan kata santabe (permisi) dan kata Lembo Ade (lapang dada) pada setiap penerapan perilaku social mereka, tentunya hal telah membuktikan bahwa kemajuan jaman dan teknologi seperti halnya di ungkapkan oleh para informan tenyata tidak hanya mempengaruhi dunia pendidikan dan industri teknologi saja, namun kemajuan jaman dan teknologi ini juga membawa dampak buruk pada sikap dan perilaku remaja di Kabupaten Dompu lebih kususnya di Desa Riwo Dusun Ria.
Copyrights © 2021