Abstract Postcolonial in novel Cantik itu Luka by Eka Kurniawan. This researchisto describe the meaning of the resistance of the natives was fighting the colonials in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The results showed that the postcolonial form of indigenous resistance to the invaders in the novel Cantik was wounded by Eka Kurniawan. It was known that the characters in the novel did not want to defend the western tradition and the discrimination of the Dutch colonial government which gave the indigenous and Dutch limits in gaining freedom in their lives. The character in the novel believes that he has the same rights in obtaining equality in life as Westerners. People in the novel “Cinta Itu Luka” realizedby the natives should not be stupid and easily controlled by Western nations. Therefore, my character seeks to defend his right to obtain freedom in life and not be bound to others. The meaning of the resistance of the natives in resisting the colonials in the novel Cantik Ini Luka by Eka Kurniawan is the reaction of the indigenous people at that time was diverse. Some refused, but there were those who welcomed kindly even cooperated and not a few who did not approve of it. The resistance is not only in terms of the grille but also openly in order to get independence even though there must be self-sacrifice both material and life. Key words: postcolonial, resistensi, novelsAbstrak Poskolonial dalam novel Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan. Penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk poskolonial resistensi pribumi terhadap penjajah dalam.Untuk mendeskripsikan makna perlawanan kaum pribumi dalam melawan kaum kolonial dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bentuk poskolonial resistensi pribumi terhadap penjajah dalam novel Cantik itu luka karya Eka Kurniawan diketahui bahwa Tokoh dalam novel tidak ingin mempertahankan tradisi barat dan diskriminasi pemerintah kolonial Belanda yang memberi batas pribumi dan Belanda dalam memperoleh kebebasan dalam kehidupan mereka. Tokoh dalam novel tersebut berkeyakinan bahwa dia memiliki hak yang sama dalam memperoleh kesetaraan hidup seperti orang-orang Barat. Tokoh pada novel Cantik Itu Luka menyadari jika pribumi tidak seharusnya bodoh dan mudah dikuasai bangsa Barat. Oleh sebab itu, tokoh aku berusaha untuk mempertahankan haknya dalam memperoleh kebebasan dalam hidup dan tidak terikat pada orang lain. Makna dari perlawanan kaum pribumi dalam melawan kaum kolonial dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan yaitu Reaksirakyat pribumi saat itu beragam. Ada yang menolak, namun ada yang menyambut ramah bahkan bekerja sama dan tidak sedikit yang tidak menyetujuinya. Perlawanan tersebut tidak hanya dari segi gerilya namun juga secara terang-terangan agar bisa mendapatkan kemerdekaan walaupun harus ada pengorbanan diri baik materi maupun nyawanya. Kata-kata kunci: poskolonial, perlawanan, novel
Copyrights © 2021