Alexithymia menunjukkan adanya defisit kognitif maupun afektif dalam cara mengenali dan mengomunikasikan keadaan emosional individu. Secara kognitif, individu dengan alexithymia menggunakan gaya berpikir yang konkret, praktis dan secara afektif mereka menunjukkan kesadaran emosional yang semakin berkurang dan semakin sulit membedakan. Individu yang mengalami alexithymia menghindari hubungan interpersonal yang intim, seperti hubungan pacaran atau pernikahan. Di dalam hubungan interpersonal diperlukan keterlibatan emosi yang bervariasi, sedangkan bagi individu yang mengalami alexythimia, itu merupakan hal yang sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara alexithymia dengan hubungan dekat pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional; pengumpulan data menggunakan kuesioner Alexithymia dan kuesioner Hubungan Dekat. Subjek penelitian ini sebanyak 30 subjek dewasa awal dari beberapa lingkungan rumah sakit di Jakarta Timur yang terdiri dari pasien maupun pekerja di rumah sakit. Pengujian dua arah (2-tailed) dengan tingkat signifikansi 0,01 (1%) mendapatkan hasil korelasi -0.199. Artinya ada hubungan yang signifikan yang arahnya negatif, yaitu semakin tinggi kecenderungan alexithymia, semakin rendah hubungan dekat dengan individu lain.
Copyrights © 2020