Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
Vol 6, No 3 (2021): November 2021

ANALISIS PERAN BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA ACEH DALAM PELESTARIAN SITUS BERSEJARAH DI KABUPATEN ACEH BESAR

rahmaniar rahmaniar (program studi ilmu pemerintahan, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, universitas syiah kuala)



Article Info

Publish Date
07 Oct 2021

Abstract

ABSTRAKPasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pelestarian Cagar Budaya disebutkan bahwa Balai Pelestarian Cagar Budaya bertugas melaksanakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs bersejarah di wilayah kerjanya. Usaha tersebut merupakan suatu upaya pelestarian situs bersejarah. Dalam kenyataannya peran BPCB Aceh dalam melestarikan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar belum maksimal, dikarenakan masih banyak situs bersejarah yang rusak dan terbengkalai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BPCB Aceh dalam pelestarian situs bersejarah serta mengetahui hambatan yang dihadapi BPCB Aceh dalam melestarikan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan teori peran dan pelestarian. Pendekatan yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPCB Aceh belum maksimal melakukan pelestarian situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar diantaranya dalam hal penyelamatan dan pengamanan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, BPCB Aceh hanya menyelamatkan dan mengamankan situs bersejarah yang dinilai penting dan memiliki nilai sejarah tinggi. Untuk pemeliharaan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, BPCB Aceh memelihara sebanyak 14 situs yang berstatus cagar budaya. Dalam hal pemanfataan situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, BPCB Aceh memanfaatkannya sebagai sarana pendidikan, dengan membuat konten komik "Jalur Rempah Bandar Aceh Darussalam". Adapun hambatan yang dihadapi BPCB Aceh adalah: kurangnya SDM, anggaran yang terbatas, bencana alam, kurangnya kesadaran masyarakat dalam upaya pelestarian situs bersejarah di Kabupaten Aceh Besar, serta kurangnya kerjasama BPCB Aceh dengan LSM. Diharapkan BPCB Aceh agar meningkatkan kerjasama dengan LSM serta Dinas terkait pelestarian situs bersejarah, serta menambah sarana dan prasarana bagi Juru Pelihara dalam melaksanakan tugasnya. Kata Kunci: Peran, Pelestarian Situs Bersejarah, BPCB Aceh 

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

FISIP

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan ...