Pemilu merupakan salah satu pilar utama dari sebuah proses akumulasi kehendak masyarakat. Pemilu sekaligus merupakan prosedur demokrasi untuk memilih seorang pemimpin. Dalam konteks politik terdapat gambaran pemilu dimana kemenangan seseorang ditentukan oleh kuantitas massa yang dimobilisir “mobilized mass”, bukan oleh visi maupun “organized mass”. Sehingga memberi peluang hadirnya aktor-aktor politik baru, juga membuka peluang munculnya para Broker Politik. Broker Politik merupakan seseorang yang ikut membantu dalam memperoleh suara di tengah persaingan pasar bebas Pemilu yang bersifat terbuka. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran dari reje Kampung sebagai broker politik serta faktor yang membuat Reje Kampung ikut berperan sebagai Broker Politik. Penelitian ini menggunakan Teori Elit dan Teori Patron-Klien. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Reje Kampung mampu mempengaruhi masyarakat di Desanya untuk memenangkan salah satu Caleg pilihannya. Reje Kampung menjadi Broker Politik dikarenakan ingin membuat desa Burni Bius berkembang serta mensejahterakan Kelompok Tani dan UMKM di Desa Burni Bius. Selain itu, Figur Reje Kampung sebagai orang yang berpengaruh diwilayahnya membuat peran sebagai Broker Politik berjalan lancar terbukti memberikan pengaruh yang signifikan pada pemilu legislatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Reje Kampung memobilisasi masyarakat dengan melakukan pendekatan kekerabatan serta memanfaatkan statusnya sebagai orang yang berpengaruh diwilayahnya. Kata Kunci : Peran Reje Kampung, Broker Politik, Pemilu Legislatif
Copyrights © 2021