Penggunaan obat tradisional menjadi pilihan alternatif bagi sebagian masyarakat indonesia untuk menjaga daya tahan tubuh menghadapi Covid-19. Kementerian kesehatan menyarankan untuk memanfaatkan obat tradisional dalam upaya meningkatkan status kesehatan masyarakat, selain itu didukung oleh produk obat tradisional yang saat ini telah banyak beredar dan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan obat tradisional sebagai swamedikasi masyarakat desa salagedang dalam menghadapi pandemi Covid-19. Studi cross-sectional dilakukan pada rumah tangga yang sebanyak 103 responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan diolah dengan analisis univariat, dan bivariat. Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa variabel umur (p-value 0,033), tingkat pendidikan (p-value 0,016), pendapatan (p-value 0,045), dan peran keluarga (p-value 0,001), berhubungan dengan perilaku penggunaan obat tradisional sebagai upaya swamedikasi dimasa pandemi Covid-19.
Copyrights © 2021