Jurnal Farmasi Higea
Vol 13, No 1 (2021)

Pengaruh Pemberian Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) Terhadap Perkembangan Fetus Mencit (Mus Musculus L.)

Rahimatul Uthia (Poltekes Kemenkes RIAU)
Ira Oktaviani R (Poltekes Kemenkes RIAU)



Article Info

Publish Date
14 Mar 2021

Abstract

Penelitian ini untuk melihat pengaruh tepung tulang Patin (Pangasius hypopthalmus) terhadap pertumbuhan janin mencit. Penelitian ini diawali dengan pembuatan tepung tulang Patin dengan menggunakan autoklaf, metode pemanasan bertekanan, kemudian ditentukan tepung proksimatnya. Tepung diformulasi 2% BB dengan memvariasikan dosis dalam kelipatan 2 yang masing-masing disuspensikan ke dalam 0,5% NaCMC, dan satu kelompok kontrol. Tepung tersebut diberikan kepada mencit pada hari ke-6 sampai ke-15 kebuntingan kemudian hanya diberikan dan diminum sampai hari ke-18 hewan diberi makan dan minum saja. Laparotomi dilakukan pada hari ke-18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung terigu berbentuk serbuk halus dan lembut, berwarna putih, tidak berasa/hambar dan berbau sedikit amis. Rendemen tepung adalah 1,75 % kadar air tepung 7,6856 %, kadar abu 51,58 %, karbohidrat 0 %, protein 24,11 %, lemak total 12,75 %; Kalsium 6,124%, Fe 1,38 x 10-4%; Zn 3,614 x 10-3%; P 19,8521%. Dalam pengamatan bobot badan induk, pemberian preparat tes berpengaruh terhadap bobot badan induk (p<0,05), yaitu dosis tepung 0,4 g (p<0,05). Sedangkan pengamatan berat badan janin menunjukkan bahwa pemberian preparat berpengaruh nyata terhadap berat badan janin (p<0,05) dimana dosis yang berpengaruh terhadap peningkatan berat badan janin adalah 0,1 g (p<0,05). Berbeda dengan panjang janin, pemberian preparat tidak berpengaruh nyata terhadap panjang janin (p>0,05). Kerangka janin tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, dan organ janin selesai atau tidak ditemukan efek teratogenik.

Copyrights © 2021