Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tumbuhan yang digolongkan sebagai gulma perairan dan dapat berkembang biak cepat (3% per hari). Eceng gondok memiliki kandungan Selulosa (64,51%), Pentosa (15,61%), Lignin (7,69%), Silika (5,56%), dan Abu (12%). Selulosa yang terkandung di dalam eceng gondok dapat diolah menghasilkan bioetanol. Proses pembuatan bioetanol dilakukan dalam tiga tahap yaitu pretreatment, hidrolisis, dan fermentasi. Proses pretreatment dilakukan dengan menggunakan larutan NaOH 5% terhadap variasi bahan baku (eceng batang daun kering dan basah; eceng batang kering dan basah). Proses pretreatment dimaksud untuk mengurangi jumlah kandungan lignin yang terikat dengan selulosa. Hasil pretreatment dihidrolisis dengan menggunakan larutan H2SO4 2% pada temperatur 100oC. Selanjutnya, hasil hidrolisis difermentasi menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae dengan berbagai variasi waktu (20; 40; 60; 80; 100; 120 jam). Hasil penelitian menunjukkan kadar bioetanol tertinggi dihasilkan sebesar 60,41925344% dan hasil analisa gas chromatography (GC) menunjukkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 67,18% pada eceng gondok batang kering dan waktu fermentasi 80 jam. Hasil analisa menunjukkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 67.18%
Copyrights © 2016