Kebutuhan transportasi laut yang meningkat mengakibatkan peningkatan pembangunan infrastruktur di tepi laut, yaitu pelabuhan. Dermaga adalah salah satu bangunan di dalam pelabuhan yang digunakan sebagai tempat sandar kapal dan melakukan aktivitas kepelabuhan seperti bongkar muat barang atau menaik-turunkan penumpang. Pada struktur dermaga yang besar, umumnya menggunakan dilatasi untuk memisahkan struktur. Dilatasi selain berfungsi untuk mengontrol keretakan struktur, juga untuk memisahkan dua struktur yang mempunyai sistem yang berbeda. Penelitian ini mempelajari pengaruh dilatasi tipe Isolation Joint dan dilatasi tipe Construction Joint terhadap defleksi ujung tiang pancang pada Dermaga. Hubungan antar struktur dermaga pada tipe Isolation Joint adalah terpisah 100%, sedangkan pada tipe Construction Joint pergerakan struktur dikunci pada arah memanjang dan dibebaskan pada arah melintang. Data tanah di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat digunakan sebagai contoh kasus dan proses analisis menggunakan software Metode Elemen Hingga dengan 6 (enam) simulasi pemodelan. Analisis titik jepit (fixity point) menggunakan program bantu AllPile dengan memperhitungkan potensi gerusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terbesar kombinasi pembebanan terhadap terhadap defleksi ujung tiang pancang arah memanjang pada tipe Isolation Joint (IJ) dan Construction Joint terjadi pada kondisi ekstrim, yaitu: 6,3 [U1] cm (IJ) dan 3,8 cm (CJ), sementara arah melintang adalah 7,5 cm (IJ) dan 6,8 cm (CJ) terjadi pada saat dermaga menerima beban sandar kapal. Dilatasi Tipe CJ berpengaruh dalam mereduksi defleksi ujung tiang pancang arah memanjang sebesar 38,96% dan arah melintang sebesar 9,03%.
Copyrights © 2021