Sanitasi merupakan salah satu prasarana dasar perkotaan dan memerlukan perhatian yang khusus dalam pengelolaannya. Risiko sanitasi didefinisikan sebagai penurunan kualitas hidup, kesehatan dan lingkungan yang disebabkan oleh rendahnya akses terhadap layanan dan fasilitas sanitasi serta buruknya perilaku higiene. Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) merupakan salah satu studi primer yang memberi data ilmiah dan faktual tentang ketersediaan layanan sanitasi serta perilaku dalam rumah tangga. Studi EHRA berfokus pada fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat, seperti air minum, layanan pembuangan sampah, jamban, dan saluran pembuangan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang representatif tentang kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat di tingkat kelurahan/desa yang berisiko terhadap kesehatan lingkungan, serta memberikan advokasi kepada masyarakat tentang pentingnya layanan sanitasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara terstruktur dan pengisian kuesioner. Metode yang digunakan adalah random sampling. Kesimpulan didapatkan bahwa penyaluran air limbah rumah tangga masih menggunakan saluran terbuka ke sungai, rawa/selokan dan genangan air.
Copyrights © 2021