Angka kematian bayi baru lahir secara global menurun dari 5 juta pada tahun 1990 menjadi 2,4juta pada tahun 2019, meskipun angka kematian bayi menurun namun anak-anak tetapmenghadapi risiko kematian terbesar dalam 28 hari pertama kehidupan. Di Sumatera Baratangka kematian bayi tahun 2019 terdapat 215 kasus dan kematian neonatal 168 kasus. Perluadanya perlakukan yang dilakukan ibu untuk tetap menjaga kesehatan bayi melalui pijat bayiyang bisa dilakukan secara mandiri. Tujuan pelatihan pengabdian masyarakat ini untukmengetahui pengaruh pelatihan pijat bayi terhadap peningkatan perilaku dan keterampilan ibudalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Pelatihan ini dilakukan di Wilayah Kerja PuskesmasPengambiran Kota Padang, jenis pre eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretestposttest design. Jumlah sampel sebanyak 10 ibu yang memiliki bayi umur 3-11 bulan yangditarik dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesionerdan lembar checklist. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pelatihan pijat bayi terhadappeningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat secara mandiri.Disarankan kepada kader kesehatan untuk mengaktifkan pelatihan pijat bayi ketika ibumelakukan kunjungan posyandu, kepada ibu untuk meningkatkan perilaku dan keterampilanpijat bayi dengan aktif ikut pelatihan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan.Kata Kunci : Pelatihan, Pijat Bayi, Perilaku, Keterampilan
Copyrights © 2021