Maraknya sejumlah objek wisata lokal di beberapa wilayah Indonesia menjadi penanda terhadap pentingnya aset pariwisata sebuah kota. Konsep pariwisata lokal yang ada merujuk pada pariwisata daerah yang identik budaya masyarakat setempat. Secara tidak langsung, adanya objek wisata lokal mampu memberikan ciri khas bagi sebuah daerah karena merefleksikan hasil cipta, karsa, dan karya atas budaya masyarakat yang berbeda dengan wilayah lainnya. Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa objek wisata dinyatakan berhasil adalah dengan banyaknya jumlah wisatawan yang hadir dan mengunjungi lokasi wisata. Dalam hal ini, banyak aspek dapat mempengaruhi bagaimana preferensi orang untuk mengunjungi objek wisata, salah satunya Tirta Sinongko. Tirta Sinongko adalah objek wisata dengan konsep wisata pemandian alam yang terletak di wilayah Ceper, Kabupaten Klaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana komunikasi pemasaran dilakukan oleh Pemerintah Desa Pokak, Ceper, dalam mengelola Tirta Sinongko untuk menarik wisatawan, terutama melalui BUMDes sebagai manajer operasionalnya. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Untuk hasil penelitian, disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran dari Tirta Sinongko dilakukan melalui tiga bentuk strategi utama, yaitu: promosi online yang dilakukan melalui media sosial; penyelenggaraan event khusus untuk meningkatkan daya kunjung dan atensi wisatawan; dan penjualan personal yang dilakukan melalui komunikasi langsung dengan para wisatawan. Ketiga kegiatan tersebut dilakukan terus menerus oleh Pemerintah Desa dan pengelola untuk meningkatkan wisatawan di Tirta Sinongko.
Copyrights © 2020