Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga.
Vol. 6 No. 1 (2010): Januari 2010

DISTRIBUSI KASUS KEMATIAN AKIBAT ASFIKSIA DI MALANG RAYA YANG DIPERIKSA DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSSA TAHUN 2006-2007

H Tasmono (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Aug 2012

Abstract

Kematian akibat Asfiksia dapat disebabkan oleh kejadian ke celakaan, bunuh diri atau pemb unuhan. Yang sering menimbulkan permasalahan adalah kejadian gantung diri apakah akibat bunuh diri atau pembunuhan. Dari beberapa data di beberapa pusat pendidikan kedokteran didapatkan bahwa kejadian as fiksia terbanyak akibat gantung diri kar ena bunuh diri. Pada penelitian Retrospektif ini dilakukan pendataan dan anal isa selama tahun 2006-2007 tentang ju mlah kejadian gantung diri insiden tentang jenis kelamin, umur serta lokasi kejadian. Dari pendataan tersebut didapat kan jumlah kejadian tahun 2006 sebanyak 14 kasus, tahun 2007 seban yak 16 kasus dengan kematian terbanyak akibat gantung diri ( hanging ) dibandingkan dengan burking suffocation maupun penyakit. Pada hanging ( 56% ) korban jenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada wanita ( 59% : 41% ) dengan usia terbanyak 31 - 40 tahun yang kedua usia 11 – 20 tahun, sedangkan lokasi kejadian terbanyak di Kabupaten Malang. Kata kunci : Asfiksia, gantung diri ( hanging ).

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

sainmed

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Journal of Saintika Medika is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, ...