Optimisme adalah suatu pandangan secara menyeluruh melihat hal yang baik dan berfikir positif. Umumnya remaja di panti asuhan memiliki sifat optimis yang rendah dan mudah putus asa. Sikap optimis dapat ditingkatkan jika remaja mampu menerima dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan optimisme. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara penerimaan diri dengan optimisme, dengan asumsi semakin tinggi tingkat penerimaan diri, maka akan semakin tinggi tingkat optimisme, dan sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di di Panti Asuhan LPI Markaz Al Ishlah Al Azziyah Banda Aceh sebanyak 118 orang dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur optimisme dan penerimaan diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlation. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,568 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti adahubungan positif yang signifikan antara penerimaan diri dengan optimisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan penerimaan diri terhadap optimisme adalah sebesar 32,3 persen, selebihnya 67,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kata kunci: Optimisme, Remaja, Panti Asuhan, Penerimaan Diri.
Copyrights © 2020