Penelitian ini bermula dari kajian awal lemahnya proses pembelajaran pada salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VI SD Negeri 2 Awang Besar pada pembahasan materi Surah Al-Qodr dan Al-‘Alaq ayat 1-5 yang mana dibuktikan dengan tidak tercapainya kriteria yang ditetapkan. Pada tahun pelajaran 2015/2016 hanya 57,9% siswa dapat mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan (nilai 70 atau lebih mencapai 85%), hal ini karena guru lebih menekankan pada metode mengajar secara informatif yaitu guru menjelaskan/ceramah dan siswa mendengarkan serta mencatat. Komunikasi satu arah ini membuat pembelajaran terpusat pada apa yang disampaikan oleh guru dan cenderung hanya menekankan pada kemampuan intelektual dan kurang menekankan segi yang lain. Pembelajaran masih bersifat teacher centered bukan student centered. Guru juga belum menerapkan berbagai model pembelajaran, sehingga siswa hanya mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru, siswa cenderung pasif meskipun ada materi yang belum jelas baginya. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah peneliti selaku guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan dokumenter. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: Pertama, aktivitas guru mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I mencapai skor 63 kategori cukup dan pada siklus II meningkat mencapai skor 85 kategori baik. Kedua, aktivitas siswa mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I hanya mencapai 33,3% dari aktivitas siswa yang dapat terlaksana dan pada siklus II meningkat mencapai 100% (seluruhnya terlaksana). Ketiga, hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan, yaitu pada siklus I ketuntasan siswa mencapai 62,5% dan siklus II mencapai 100% dengan rata-rata nilai mencapai 85,0. © 2018 Rumah Jurnal. All rights reservedKata-kata kunci:hasil belajar, Pendidikan Agama Islam, cooperative learning, make a match
Copyrights © 2018