Dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah seorang guru hendaknyamampu memilih dan mendayagunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Pada umumnya guru jarang mengunakan model pembelajaran dalam setiap proses pembelajaran, karena kurangnya pemahaman guru terhadapmodel-model pembelajaran yang dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.Sebenarnya ada banyak model pembelajaran yang bisa dipakai oleh setiap guru dalam proses pembelajaran. Dengan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai, tentunya siswa akan termotivasi dalam belajar, dan ini akan berdampak positif pada hasil belajarnya. Pokok masalah dalam penelitian, yaitu “Apakah penerapan model-model pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada siswa di SMP Negeri 2 Upau?”. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh simpulan bahwa Supervise kelas dapat meningkatkan kemampuan guru merencanakan pembelajaran dari pertemuan pertama, siklus I, sampai akhir siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus I pertemuan pertama nilai rerata 24,33 pada pertemuan kedua mengalami penurunan menjadi 22,00. Pada siklus II pertemuan pertama memperoleh sekor rata-rata 30,67 dan pada pertemuan akhir memperoleh sekor 30,67. Supervise kelas dapat meningkatkan kemampuan guru menerapkan model pembelajaran dari pertemuan pertama, siklus I, sampai akhir siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus I pertemuan pertama nilai rerata 29 pada pertemuan kedua mengalami penurunan menjadi 28. Pada siklus II pertemuan pertama memperoleh sekor rata-rata 43,33 dan pada pertemuan akhir menurun lagi memperoleh sekor 42,33. Kata-kata kunci: Kemampuan guru, model-model pembelajaran, supervisi kelas
Copyrights © 2019