HUMANIS
Volume 16. No. 3. September 2016

Beyond Shoujo Manga Trope:A Semiotic Study of Kabedonas A Productof Fan Culture

Luna Lifiora (Udayana University)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2016

Abstract

Penelitian ini mengkaji signifikasi unsur-unsur semiotika pada serangkaian meme Jepang yang viral di media online, yang dikenal sebagai “Kabedon.” Secara harfiah, kabedon berarti "wall-smack". Penelitian ini diilhami oleh fenomena maraknyakomunitas penggemar budaya modern Jepang sebagai salah satu komunitas online yang paling pesat perkembangannya, dimana media tersebut merupakan wadah ekspresi diri. Analisis ini dilakukan menggunakan teorisemiotika yang didukung dengan perspektif budaya modernmengenai komunitas pecinta budaya modern Jepang. Kerangka yang digunakan untuk penelitian ini adalah model diadikyang dicetuskan oleh Saussure. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap signifikasiunsur unsur dari elemen semiotika yang ditemukan pada meme kabedon menurut perspektif subkultur terkait, yang kemudian diuraikan menggunakan kerangka Saussure. Penelitian ini mengungkapkan bahwa signifikasi yang terdapat pada kabedon bukanlah suatu objek analisis yang dangkal. Sebagai contoh, indeks yang hanya nampaksebagai indikator gender, memiliki unsursimbol semiotikayang berbeda jika diteliti lebih lanjut. Unsur simbol dalam ilmu semiotika mengungkapkandinamika hubungan antar karakter yang bertentangan dengan klaim identifikasi gender belaka. Penelitian ini lebih lanjut mengelaborasi penerapan perangkat visual yang sering diaplikasikanpada publikasi shoujo manga, yang diungkap melalui sudut pandang komunitas tertentu di luar konsumen umum. Analisa perangkat visual tersebut mampu mengungkap stereotip pada karakter-karakter fiktif tertentu. Elaborasi setiap aspek dari penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan secara keseluruhan unsur-unsur yang belum banyak dibahas pada fenomena ini.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

sastra

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ...