Penelitian ini dilaksanakan di Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, sebagai keterwakilan kasus. Dimana penelitian terhadap lokasi ini dilakukan dengan sengaja (purposive sampling) dengan dasar pertimbangan bahwa daerah tersebut masyarakatnya mayoritas bermata pencaharian utama sebagai petani padi. Waktu penelitian dilaksanakan selama satu bulan yaitu mulai pada bulan Juni sampai bulan Juli tahun 2011. Populasi pada penelitian ini adalah petani yang membudidayakan tanaman padi dengan sistem tanam benih langsung (Tabela). Dan jumlah populasi, tercatat ada 220 Kepala Keluarga yang membudidayakan padi dengan sistem tanam benih langsung (tabela) di Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling (acak sederhana). Berdasarkan hal tersebut maka junilah responden adalah sebanyak 22 orang atau sitar 10%. Penentuan responden im dilalaikan berdasarkan orientasi lapangan sthelumnya, dimana populasinya cukup homogen terutama dalam aktivitasnya, hingga dengan jurnlah 22 responden tersebut sudah dapat menggambarkan keadaan populasi secara umum. Untuk menjawab hipotesis maka diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian,, maka dapat disimpulkan bahwa faktor — faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi tanam benih langsung (tabela) di Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu menunjukkan bahwa variabel bebas faktor luas lahan secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi teknologi tanam benih langsung (tabela) sedangkan variabel umur, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga, tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi teknologi tanam benih langsung (tabela).
Copyrights © 2013