Jurnal Teologi Amreta
Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Amreta Vol. 4 No. 1 (2020). Theme: Mission in the Spirit

Catatan Awal tentang Logika Sentensial dan implikasinya dalam diskusi Manunggaling Kawula Gusti dan Trinitas

Victor Christianto (STT Satyabhakti Jakarta)



Article Info

Publish Date
05 Nov 2021

Abstract

AbstrakDalam catatan awal ini kami mengajukan argumen bahwa konsep logikasentensial memuat kemungkinan betweenness/neitherness/ bothness yang tidakdikenal dalam logika biner Aristotelian. Kami mengusulkan bahwa konsep logikasentensial akan berguna untuk menjembatani dialog antara pendukung nondualisme seperti mistisisme kaum sufi dan para pendukung mazhab dualisme.Dalam konteks ini, kekristenan menawarkan kerangka berpikir bahwa hanyaYesuslah satu-satunya Sang Manunggaling Kawula Gusti yang sejati, sementarakita sebagai manusia dapat berperan sekaligus sebagai makhluk yang berbedadengan Sang Gusti, namun pada saat yang sama, umat percaya menyatu denganTuhan, meski bukan dengan konsep manunggalnya para sufi. Artinya, logikasentensial/ proposisional memungkinkan kita memahami bahwa manusiaserempak disatukan dengan Sang Khalik, namun pada saat yang sama tetapberbeda dengan Sang Khalik. Artinya non-dualisme dan dualisme pada saat yangsama. Tentunya diperlukan kajian yang lebih mendalam mengenai topik ini, yangakan kami tuliskan dalam artikel lain kemudian. AbstractIn this introductory exploration, we argue that the concept of sentential logiccontains a possibility of betweenness / neitherness / bothness unknown toAristotelian binary logic. We propose that the concept of sentential logic will beuseful for bridging the dialogue between supporters of non-dualism such as themysticism of the Sufis and the supporters of the dualism schools. In this context,Christianity offers a framework of thinking that only Jesus is the trueManunggaling Kawula Gusti, while we humans can simultaneously act ascreatures that are different from the Gusti (God), but at the same time, believersare one with God, although not the same with the concept of divine unity of theSufis. That is, sentential / propositional logic makes it possible that humans aresimultaneously united with the Creator, but at the same time remain differentfrom the Creator. It means non-dualism and dualism at the same time. For sure, amore in-depth exploration is required, and we plan to present it in another article.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

amreta

Publisher

Subject

Religion Humanities Other

Description

Amreta Theology Journal is a bilingual semi scientific journal aimed at developing and advancing written works in the fields of ...