Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vegetasi terhadap kandungan dan sebaran liat pada areal pertanaman kakao di Papalang, Kabupaten Mamuju. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan penampang melintang pada 12 profil tanah dibagi dalam 4 transek (Barat–Timur dan Utara–Selatan) pada areal pertanaman kakao di Papalang-Kabupaten Mamuju. Selanjutnya contoh tanah komposit dianalisis di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Unhas. Hasil analisis tanah untuk pengamatan tekstur dilakukan dengan menggunakan metode pipet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada areal pertanaman kakao, kandungan liat dari semua profil studi berada pada kisaran 45%–65% dengan trend sedikit berkurang dan tidak teratur dengan meningkatnya kedalaman tanah, jumlah ruang pori relatif konstan dengan nilai 40%–50%, ratio debu/liat pada semua profil umumnya meningkat dengan meningkatnya kedalaman tanah. Kandungan liat profil studi relatif tinggi dan ratio debu liat yang rendah dengan tekstur umumnya liat. Hal ini terkait dengan tingginya intensitas pelapukan akibat curah hujan yang tinggi dan batuan induk yang mudah melapuk serta kandungan mineral-mineral yang resisten yang relatif tinggi. Pola distribusi liat dengan kedalaman yang umumnya relatif konstan atau sedikit berkurang pada dasarnya terkait dengan telah hilangnya seluruh atau sebagian horizon A dari profil studi. Secara alami horizon A umumnya mempunyai kandungan liat yang relatif lebih rendah dari horizon B. Pola distribusi pori menurut kedalaman yang sejalan dengan distribusi liat menunjukkan tidak adanya akumulasi liat di horizon B yang diakibatkan tidak adanya periode kering yang jelas di wilayah studi.
Copyrights © 2012