Haemonchus sp. merupakan cacing pada saluran pencernaan yang sering menyerang ternak seperti sapi, domba dan kambing. Cacing lambung ini sangat berbahaya karena selainmenghisap darah, daya perkembangbiakannya juga sangat tinggi. Untuk menangani masalah cacing ini umumnya digunakan obat cacing sintetik dari golongan benzimidazole, namun telah dilaporkan bahwa penggunaan antelmintik golongan ini secara tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Untuk menangani kasus resistensi dibutuhkan alternatif pengobatanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas infusa daun jambu biji terhadap cacing Haemonchus sp. dari sapi Bali. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2017 di Laboratorium Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin dan Balai Besar Veteriner Maros dengan menggunakan sampel sebanyak 90 ekor cacing untuk tiga kali pengulangan. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok, kelompok I yaitu kontrol negatif; kelompok II-V infusa konsentrasi 5%; 10%; 20%, dan 40%; dan kelompok VI yaitu kontrol positif berupa piperazine. Kelompok perlakuan masing-masing diuji pada cacing dengan melihat waktu kematian cacing. Hasil dari penelitian ini yaitu konsentrasi tertinggi perlakuan (40%) memiliki waktu paling cepat dalam membunuh cacing di antara konsentrasi perlakuan yang lain. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu infusa daun jambu biji memiliki aktivitas terhadap waktu kematian cacing.
Copyrights © 2018