Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021

RENDAHNYA KESANTUNAN BAHASA DI WILAYAH TANGERANG RAYA AKIBAT FAKTOR LINGKUNGAN

Ilhamudin Ilhamudin (Universitas Pamulang)



Article Info

Publish Date
31 May 2021

Abstract

Rendahnya kesopanan bahasa diberbagai kalangan anak-anak, remaja, bahkan sampai orang dewasa. Anak-anak hanya bisa meniru cara berkomunikasi bahasa yang digunakan remaja dan orang dewasa kemudian diterapkan dalam kehidupan anak-anak dan temannya. Selaku orang tua merasa sedih melihat dan mendengarkan anak-anaknya berbahasa yang tidak sopan ketika berkomunikasi, akan tetapi orang tua tetap berusaha mendidik agar anaknya bisa berbahasa sopan dan santun dalam pergaulannya. Mengingat bangsa Indonesia memiliki bahasa yang penuh sopan dan santun maka dalam pergaulan dimana kita berada, kita harus tetap menjaga kualitas bahasa Indonesia agar eksistensi nilai bahasa yang berbudi pekerti tetap terjaga dengan baik. Karya tulis ini bertujuan untuk merumuskan beberapa konsep yang digunakan sebagai solusi atas menurunnya penggunaan kesopanan bahasa di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat Tangerang Raya. Fokus pembahasan karya tulis ini adalah mewujudkan wilayah Tangerang Raya akan tingginya sopan santun dalam berbahasa dan masyarakat Tangerang Raya sebagai subjeknya. Gagasan ini ditulis dengan analisis dari beberapa permasalahan yang terjadi pada masyarakat Tangerang Raya di Indonesia, yang dikombinasi dengan solusi logis berdasarkan tinjauan pustaka atau studi literatur yang ada. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa rendahnya penggunaan kesopanan bahasa di kalangan masyarakat dikarenakan beberapa faktor yakni anggapan bahwa bahasa sopan santun itu sulit, tidak bergengsi, dan tidak praktis. Sehingga, muncullah sebuah gagasan untuk mengefektifkan penggunaan bahasa sopan santun melalui perwujudan rendahnya kesopanan bahasa diwilayah Tangerang Raya.   Dengan menerapkannya kesopanan bahasa dapat meningkatkan kualitas bahasa Indonesia didalam negeri maupun internasional dan eksistensi nilai bahasa yang berbudi pekerti dapat dijadikan sebagai contoh nyata bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar akan kesantunan berbahasa dan menjadi sebuah harta karun dan kekayaan bangsa. Menjunjung tinggi bahasa Indonesia sudah selayaknya dilakukan dengan cara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Kata kunci: kesantunan bahasa, mendidik, menjaga eksistensi 

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

SNS

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian ...