Pembangunan ekonomi jangka panjang tidak selalu di arahkan pada sektor Industri,tetapi dapat juga di arahkan pada sektor lain seperti sektor pertanian seperti contoh perkebunan kelapa sawit.Kelapa sawit adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui berupa lahan yang subur dan tanaman yang paling produktif dengan produksi minyak per ha yang paling tinggi dari seluruh tanaman penghasil minyak nabati akan salah satu pondasi bagi tumbuh dan berkembangannya sistem agribisnis kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan pada PT. Mitra Aneka Rezeki yang terletak di Jalan A. Yani ,Kalimantan Barat. PT. Mitra Aneka Rezeki ini yaitu milik swasta, baik lahan, investasi maupun operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui selisih antara anggaran dan realisasi Harga Pokok Produksi TBS dan faktor apa saja yang mempengaruhi,efektivitas anggaran dan realisasi Harga Pokok Produksi TBS dan cara mengalokasikan biaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggambarkan keadaan objek yang diteliti berdasarkan fakta dan data yang ada dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, pengamatan, dokumentasi dan studi kepustakaan. Dan juga analisis kuantitatif dengan membandingkan anggaran dan realisasi Harga Pokok Produksi TBS dan mencari efektivitas. Alat analisis yang digunakan adalah struktur organisasi, kuesioner internal control, bagan alir, aspek anggaran dan dasar alokasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Sistem Pengendalian Internal biaya merumput dan memupuk yang telah diterapkan sudah cukup baik walau masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dibenahi agar dapat menjadi lebih baik. Dan juga selisih yang menguntungkan dan efektivitas biaya merumput dan memupuk sudah cukup baik karena dari tahun ke-tahun ada peningkatan keuntungan. Kata kunci: Pengendalian biaya, Harga pokok produksi TBS, Efektifitas, Alokasi Biaya
Copyrights © 2013