Pendidikan tinggi tidak saja dituntut untuk menghasilkan seorang sarjana yang -.enguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga seorang yang mempunyai kepribadian yang tangguh sehingga keilmuannya benar-benar dapat bermanfaat tanpa timbul kekhawatiran disalahgunakan. Tampak dari kenyataan bahwa ternyata izigginya pendidikan seseorang bukan jaminan tingginya budi pekerti bahkan indeks rrestasi yang cum laude pun tidak menjamin perilaku dan akhlaknya sehari-hari .iga menjadi cum laude. Banyak contoh buruk yang menunjukkan bagaimana seorang y ang menguasai ilmu dan teknologi tidak memberikan manfaat namun sebaliknya menjadi sumber bencana bagi lingkungan sekitarnya.Sesuai dengan misi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yakni melahirkan saijana yang menguasasi ilmu pengetahuan dan teknologi di atas landasan iman dan takwa yang kokoh, sehingga menjadi insan mandiri berwawasan luas, sadar akan keberadaannya dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia yang majemuk, iklas dan sunguh-sungguh di dalam melaksanakan tugas amar ma'ruf nahi munkar, Fakultas Kedokteran UMY menetapkan tujuan untuk dapat menghasilkan dokter yang profesional, Islami bervisi global dan mempunyai kemampuan manajerial.Untuk mencapai semuanya itu selain sebagai tempat pendidikan keilmuan, fakultas kedokteran dituntut untuk berperan dalam pembentukan kepribadain mahasiswanya, sehingga dapat dihasilkan seorang dokter yang profesional dan memiliki pengetahuan luas dengan didasari kepribadian seorang muslim. Sebuah cita-cita mulia yang tentu tidak mudah untuk diwujudkan. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang fakultas kedokteran untuk dapat menciptakan dokter plus yakni dokter muslim.
Copyrights © 2001