Dalam metode dan perumusan Saluran Drainase Porus oleh Sunjoto (1993), parameter yang digunakan untuk menentukan besarnya debit kehilangan air di saluran adalah tinggi air dalam saluran (m), koefisien permeabilitas tanah (m/s), lebar tengah saluran (m) dan panjang saluran. Adapun pada penelitian ini mencoba untuk mengembangkan metode dan perumusan tersebut dengan mengkaji apakah lama waktu pengaliran memiliki pengaruh terhadap besar peresapan yang terjadi pada saluran drainase porus. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan permodelan saluran draianse porus yang terdapat di Fakultas Teknik Unlam Banjarbaru. Data penunjang seperti data hidrologi dan sampel tanah diperoleh dari data proyek pembuatan model saluran drainase porus dan sumur resapan di Fakultas Teknik Unlam Banjarbaru. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fungsi waktu (lama waktu pengaliran), ternyata tidak mempengaruhi terhadap besarnya peresapan yang terjadi pada sebuah Saluran Drainase Porus. Sehingga formula yang dikemukakan oleh Sunjoto (1993) ternyata memang telah sesuai dengan aplikasinya di lapangan. Terbukti dari data debit rembesan (Q rembesan) yang terjadi pada 2 kali percobaan konstan sebesar Q = 3,82 l/d pada percobaan pertama dalam rentang waktu 9 menit dan Q = 3,84 l/d pada percobaan kedua dalam rentang waktu 15 menit
Copyrights © 2011