Bandar Udara Syamsudin Noor – Banjarmasin merupakan salah satu bandar udara yang dikelola PT. (Persero) Angkasa Pura I dan memiliki permintaan angkutan udara untuk penumpang dan kargo yang cukup potensial. Bandara Syamsudin Noor memiliki panjang landas pacu sebesar 2.500 x 45 m dengan arah azimuth 10 – 28.Metode perencanaan perkerasan struktural pada landas pacu bandar udara yang umum digunakan adalah metode CBR, metode FAA, metode LCN dari Inggris, metode Asphalt Institute dan metode Canadian Departement Of Transportation. Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk merencanakan tebal perkerasan lentur pada landas pacu Bandar Udara Syamsudin Noor – Banjarmasin sepanjang 2500 m untuk pesawat rencana B 737-900ER dengan menggunakan metode CBR (US. Army Corps Of Engineers Design Method), metode FAA (Federal Aviation Administration) dan metode LCN (Load Classification Number), serta menganalisa kelebihan dan kekurangan masing-masing metode yang digunakan.Berdasarkan hasil perencanaan dari metode-metode perencanaan struktur perkerasan lentur yang digunakan diperoleh bahwa metode CBR (US. Army Corps Of Engineers Design Method) dan FAA (Federal Aviation Administration) memiliki tebal yang sama besar, yaitu sebesar 27 inchi atau 69cm, sedangkan untuk metode LCN (Load Classification Number) memiliki tebal paling besar, yaitu sebesar 38 inchi atau 97 cm. Hasil perencanaan tebal perkerasan dengan menggunakan metode CBR dan FAA sama dengan hasil perencanaan PT. (Persero) Angkasa Pura I dengan jenis lapis keras lentur (flexible pavement) sebesar 690 mm atau sama dengan 69 cm. Adapun material yang digunakan dalam perencanaan perkerasan lentur runway tersebut adalah : untuk lapisan surface digunakan Asphalt Concrete (AC), untuk base course digunakan material batu pecah, dan untuk subbase course digunakan material agregat alam.
Copyrights © 2012