Proses pengadaan bangunan secara tradisional (tradisional building procurement system) terdiri dari tahap pelelangan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Setiap tahapan tersebut adalah berupa tindakan manajerial yang memerlukan banyak perhitungan, perencanaan dan pertimbangan. Para pengembang perangkat lunak membuat bermacam-macam perangkat lunak agar dapat membantu mempermudah dan mempercepat setiap kegiatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sejauh mana kontraktor-kontraktor di Banjarmasin memanfaatkan perangkat lunak manajemen kontruksi dalam menjalankan bisnis kontruksi yang kemudian dihubungkan dengan kinerja mereka.Penelitian ini terdiri dari 5 tahap yaitu tahap studi literatur, interview pada kontraktor tentang komputerisasi perusahaan, pengumpulan data tentang kinerja setiap kontraktor, analisis data dan pengambilan kesimpulan.Beberapa hal yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah :Jumlah komputer yang dipakai sedikit (rata-rata 3,1 unit/kontraktor)Jenis paket yang dipakai adalah jenis yang umum seperti word, Excel dan Lotus,Sedikit sekali kontraktor yang memakai komputer untuk menggambar.
Copyrights © 2002