Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Vol 29 No 4 (2019)

Identifikasi Anopheles Spp. sebagai Tersangka Vektor Malaria di Kabupaten Purworejo Tahun 2015

Wening Widjajanti (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektora dan Reservoir Penyakit, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan)
Revi Rosavika Kinansi (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektora dan Reservoir Penyakit, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan)



Article Info

Publish Date
15 Jan 2020

Abstract

Abstract Purworejo District is a malaria endemic area in Central Java Province with Annual Parasite Incidence (API) value of 1.96 per 1,000 population. This figure is still above the Ministry of Health's Strategic Plan target for 2015 - 2019. Indigenous cases are still being reported in Purworejo District until 2017. Prevention of malaria transmission is carried out by controlling Anopheles spp. as a malaria vector. This study aims to identify the behavior and habitat where Anopheles spp. as a malaria vector suspect in Purworejo District. The method of catching mosquitoes is in the form of Human landing collection, animal bait, light traps which are carried out starting at 18.00 to 06.00 in the morning, resting in the morning both inside and outside the house. Data variables taken in the form of biting activity, the number of mosquitoes caught, and environmental conditions at the study site. The results of the study were: the species of Anopheles leucosphyrus , Anopheles maculatus, Anopheles vagus, Anopheles indefinitus, Anopheles barbirostris, Anopheles kochi, and Anopheles balabacensis. The peak activity of biting Anopheles spp. occur at 01.00 - 02.00 and 04.00 - 05.00 in the morning. Anopheles spp. most found in lagoon. Efforts to prevent mosquito bites are done using long-sleeved clothing or using repellents or household pesticides, avoiding doing activities outside the home at night and placing larva predators on lagoon. Abstrak Kabupaten Purworejo merupakan kabupaten endemis malaria di Provinsi Jawa Tengah dengan nilai Annual Parasite Incidence (API) mencapai 1,96 per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih berada di atas target Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015–2019. Kasus indigenous juga masih dilaporkan di Kabupaten Purworejo sampai dengan tahun 2017. Pencegahan penularan malaria dilakukan dengan pengendalian nyamuk Anopheles spp. sebagai vektor malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku dan habitat tempat ditemukannya nyamuk Anopheles spp. sebagai tersangka vektor malaria di Kabupaten Purworejo. Metode penangkapan nyamuk berupa human landing collection, umpan hewan, dan light trap yang dilakukan mulai pukul 18.00 – 06.00 pagi, resting pagi hari baik di dalam maupun di luar rumah. Variabel data yang diambil berupa aktivitas menggigit, jumlah nyamuk yang tertangkap, dan kondisi lingkungan di lokasi penelitian. Hasil penelitian berupa : spesies Anopheles yang tertangkap adalah Anopheles leucosphyrus, Anopheles maculatus, Anopheles vagus, Anopheles indefinitus, Anopheles barbirostris, Anopheles kochi, dan Anopheles balabacensis. Puncak aktivitas menggigit Anopheles spp. terjadi pada pukul 01.00 – 02.00 dan 04.00 – 05.00 dini hari. Nyamuk Anopheles spp. paling banyak ditemukan pada lagun/goba. Upaya pencegahan gigitan nyamuk dilakukan dengan menggunakan pakaian lengan panjang atau menggunakan repellent atau pestisida rumah tangga, menghindari melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari, dan menempatkan predator larva pada lagun/goba.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

MPK

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Public Health

Description

Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a ...