Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Vol 29 No 1 (2019)

Kajian Tumbuhan Obat yang Banyak Digunakan untuk Aprodisiaka oleh Beberapa Etnis Indonesia

Fauzi Fauzi (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan)
Harto Widodo (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan)
Sari Haryanti (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan)



Article Info

Publish Date
14 Apr 2019

Abstract

Abstract Sexual disorders in men can cause depression, stress, unable to have children so thatit disrupts family harmony. To overcome this problem, various ethnic groups from generation to generation utilize the plants around them. Any substance that arousing sexual desire or libido is known as aphrodisiac. This article aims to find out the types of plants and plants that are often used by various ethnic groups in Indonesia for aphrodisiacs. Data were obtained from Data Management Laboratory of NIHRD Republic of Indonesia. The method was carried out through literature review with searches from various references and analysis of data from community-based ethnomedicine and medicinal plant sexploration activities in Indonesiain 2012, 2015, and 2017. Based on data analysis, it was identified 204 types of plants used for aphrodisiacs included in 78 families. There are five families of plants that are widely used, namely Zingiberaceae, Euphorbiaceae, Arecaceae, Fabaceae, and Rubiaceae. The type of plant that is often used isImperata cylindrica (L.) Raeusch. (19 ethnicities), Zingiber officinale Roscoe. (used in 17 ethnicities) Areca catechu L. (14 ethnicitiies), Eurycoma longifolia Jack. (10 ethnicities), and Piper nigrum L. (9 ethnicities). Based on literature studies, plants that have been carried out pre-clinical testing as aphrodisiacs are Zingiber officinale Roscoe., Eurycoma longifolia Jack, and Piper nigrum Abstrak Gangguan seksual pada pria dapat menyebabkan depresi, stres, dan tidak dapat memiliki keturunan sehingga mengganggu keharmonisan rumah tangga. Untuk mengatasai masalah tersebut, berbagai etnis di Indonesia secara turun temurun memanfaatkan tumbuhan di sekitar mereka. Suatu bahan yang memiliki efek membangkitkan gairah seksual atau libido dikenal dengan sebutan aprodisiaka. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui golongan famili dan jenis tumbuhan yang sering digunakan berbagai etnis di Indonesia untuk aprodisiaka. Data diperoleh dari Laboratorium Manajeman Data, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. Metode dilakukan melalui tinjauan literatur dengan penelusuran dari berbagai referensi dan analisis data hasil kegiatan eksplorasi pengetahuan lokal etnomedisin dan tumbuhan obat berbasis komunitas di Indonesia yang dilaksanakan pada tahun 2012, 2015, dan 2017. Berdasarkan analisis data, teridentifikasi 204 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan untuk aprodisiaka yang termasuk ke dalam 78 famili. Terdapat lima famili tumbuhan yang banyak digunakan, yaitu Zingiberaceae, Euphorbiaceae, Arecaceae, Fabaceae, dan Rubiaceae. Jenis tumbuhan yang sering digunakan adalah Imperata cylindrica (L.) Raeusch. (digunakan oleh 19 etnis), Zingiber officinale Roscoe. (17 etnis), Areca catechu L.(14 etnis), Eurycoma longifolia Jack. (10 etnis), dan Piper nigrum L. (9 etnis). Berdasarkan studi literatur, tumbuhan yang sudah dilakukan uji praklinik sebagai aprodisiaka adalah Zingiber officinale Roscoe, Eurycoma longifolia Jack, dan Piper nigrum L.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

MPK

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Public Health

Description

Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a ...