Ketika menghadapi kesulitan banyak orang Jawa pergi berziarah ke tempattempatkeramat untuk mendapatkan kelegaan. Tempat keramat bisa berkaitandengan kehadiran yang ilahi di tempat itu, namun tempat keramat dapat jugaterjadi karena dimaksudkan demikian oleh suatu masyarakat. Tempat keramatmerupakan suatu rapresentasi dari kehendak masyarakat. Dalam masyarakatJawa, tempat keramat dapat dikunjungi oleh orang dari pelbagai agama. Secaraetnologis-sosial, hal ini tidak dapat dipandang sebagai sinkretisme, namunlebih merupakan kebersamaan sosial. Kunjungan ke tempat-tempat keramatmerupakan sarana bagi orang Jawa untuk mengembalikan posisinya dalamkehidupan bersama.
Copyrights © 2009