Jurnal Pendidikan Bahasa
Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa

VARIASI ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM MASYARAKAT DWIBAHASA KAJIAN SOSIOLINGUISTIK PADA MASYARAKAT MADURA DI KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT

Arni Arni (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Jun 2016

Abstract

Sasaran perhatian penelitian pada peristiwa alih kode dan campur kode adalah pada bahasa-bahasa yang digunakan oleh dwibahasawan secara berselang-seling. Beberapa ahli bahasa membedakan antara alih kode dan campur kode, namun beberapa ahli bahasa yang lain hanya mengenal satu istilah saja untuk menyebut dua gejala kebahasaan tersebut, yaitu alih kode. Kedua istilah tersebut sama-sama merujuk pada hal yang sama, yakni masuknya unsur-unsur bahasa lain pada tuturan seorang dwibahasawan. Walaupun merujuk pada hal yang sama, namun sebenarnya terdapat perbedaan yang jelas antara alih kode dan campur kode. Objek penutur dalam penelitian ini adalah penutur yang merupakan pendatang dari pulau Madura dan menggunakan bahasa Madura yang tinggal di kota Pontianak provinsi Kalimantan Barat dan berusia antara 20-60 tahun. Pembatasan penutur dari luar daerah Kalimantan Barat didasarkan pada alasan bahwa bahasa ibu/bahasa pertama (B1) yang mereka miliki bukanlah bahasa lokal yang ada di kota Pontianak. Ketika para pendatang dari pulau Madura tersebut datang ke kota Pontianak, maka terjadilah kontak bahasa yang memungkinkan munculnya alih kode dan campur kode. Kata Kunci: Alih kode, campur kode, masyarakat bahasa, bahasa Madura, sosiolinguistik 

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

bahasa

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal ini memuat artikel tentang hasil penelitian dan kajian mengenai Pendidikan Bahasa atau serumpunnya yang terbit setiap Juni dan ...