Perkembangan teknologi terus meningkat seiring dengan perkembangan industri hingga sekarang sudah berada pada revolusi industri 5.0. Akan tetapi, tingkat pendapatan ekonomi dan kesejahteraan tidak mengikuti pergerakan teknologi ini di tengah pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan oleh rendahnya permintaan produk karena produk kurang terkenal dan kurang meyakinkan tanpa label kemasan. Permasalahan ini menjadi tantangan bagi pemerintah, masyarakat dan tim pengabdian PPM FEB Universitas. Kegiatan ini sejalan dengan surat perjanjian desa mitra antara Prodi Ekonomi Pembangunan dan Desa Renah Alai Nomor 107/UN21.5.3/KS/2020 dan Nomor 141.1/026/KDRA/2020. Tim secara konsisten melakukan pengabdian pada tahun ke-3 pada periode 2021. Selain itu, pandemi menurunkan pendapatan masyarakat sehingga daya beli juga menurun. Untuk itu, strategi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dapat melalui peluang bisnis kayu manis dan strategi branding untuk pemasaran produknya. Metode pengabdian yang digunakan dalam pencapaian tujuan PPM antara lain: 1) Pengembangan berbasis komunitas, 2) Persuasif, 3) Edukatif, 4) Partisipatif, dan 5) Normatif. Sebagian besar kegiatan pengabdian menggunakan metode penjelasan, diskusi, dan praktik. Secara khusus, kegiatan ini dilakukan untuk menjawab persoalan terkait dengan pengembangan promosi produk sirup kayu manis. Selama program PPM, mahasiswa ikut terlibat selama + 8 bulan. Dengan adanya peningkatan promosi strategi branding kayu manis, diharapkan dapat mengembangkan pariwisata dari sisi minuman khas Desa Renah Alai, ekonomi, dan teknologi dalam menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.
Copyrights © 2021