Teater Putih dan Teater Embrio, sama-sama berusaha mengeksplorasiteater kontemporer dengan menjadikan tradisi sebagai sumberpenciptaan lakon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estetikaTeater Putih dan Teater Embrio melalui naskah Memaling Anak Umatdan Satu Lawan Satu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifdesktiptif yang menjadikan kata-kata dalam teks lakon sebagai datautama. Memaling Anak Umat dan Satu Lawan Satu merupakan lakonyang masih belum sepenuhnya menerapkan konsep garapan teaterkontemporer sepenuhnya. Kedua pertunjukan menjadikan tradisi hanyasebagai konten, sementara bentuk garapan pertunjukannya cenderungdipengaruhi oleh spirit modern, karena memposisikan tradisi sebagaisesuatu yang buruk (pada Memaling Anak Umat) dan perludikontekstualisasikan dengan tuntutan kehidupan modern (pada SatuLawan Satu).
Copyrights © 2019