Kondisi yang sering terjadi di dalam tambang adalah banyaknya penggunaan kipas lokal ventilasi yang menyebabkan perputaran balik udara (resirkulasi). Hal ini tentu saja dapat menjadikan kondisi lingkungan kerja panas. Diperlukan suatu model yang dapat menggambarkan pergerakan udara, sehingga kita dengan mudah mengetahui kondisi kerja jaringan ventilasi di dalam tambang. Penelitian dilakukan pada lokasi kerja yang penggunaan jumlah kipas lokal cukup banyak namun hasil pengukuran temperaturnya tinggi. Setelah dilakukan analisis simulasi permodelan jaringan ventilasi bahwa terjadi resirkulasi udara sebesar 50%. Hal ini menjadikan pengaruh terhadap penurunan lamanya sumber panas yang beroperasi, terbukti dari hasil analisis yang dilakukan secara pendekatan numerik bahwa temperatur udara akan meningkat ketika sumber panas beroperasi sebesar ±2°C (32,6°C menjadi 34,5°C) hanya dalam waktu 1,5 jam. Temperatur udara akan kembali turun ketika sumber panas berhenti beroperasi berkisar rata-rata 0,1°C/jam.
Copyrights © 2020