Sistem distribusi pada tabung LPG merupakan suatu closed loop supply chain. Pada awalnya LPGdipasarkan oleh Pertamina bagi kalangan terbatas dengan produk tabung 12 kg dan 50 kg, dimana produk ini dikenal dengan merek “ELPIJI”. Namun seiring berjalannya waktu, banyak permasalahan yang dihadapidalam penyediaan energi, dimana subsidi pada bahan bakar minyak tanah semakin lama semakin besar danadanya arah kebijakan energi nasional yang baru dengan program yang dicanangkan pemerintah yaitumendiversifikasi energi. Diversifikasi energi merupakan mengkonversi penggunaan minyak tanah menjadi Liquid Petroleum Gas (LPG). Meskipun pada awalnya LPG diproduksi untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar gas rumah tangga, namun kemudian juga dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan lainnya seperti kebutuhan industri dan transportasi. Secara garis besar pemanfaatan LPG sebagai sumber energi digunakan untuk memenuhi kebutuhan panas, penerangan dan sumber tenaga. Kebutuhan inilah yang kemudianmendominasi pola konsumsi LPG Indonesia. Untuk mengatasi kelangkaan pada tabung LPG 3 kg, Pihak Pertamina dan Pemerintah mulai melakukan perbaikan yang salah satunya adalah merubah sistem distribusi LPG 3 kg yang awalnya distribusi Sistem Terbuka menjadi distribusi Sistem Tertutup, karena seringterjadinya kecurangan pada persaingan antar pelaku yang menyebabkan ketidakteraturan dalam pendistribusian. Dalam ketidakteraturan ini menyebabkan permintaan LPG manjadi fluktuatif sehingga jumlah kebutuhan tabung pada setiap pelaku juga semakin tinggi. Penelitian ini memodelkan optimasi pada jaringan supply chain LPG 3 kg, serta menghasilkan konfigurasi supply chain yang optimal dengan mempertimbangkan keamanan pasokan LPG secara nasional maupun kesetaraan days of supply antar propinsi.
Copyrights © 2021