ABTRAKPerkembangan ekonomi yang sedang memburuk memaksa bertumbuhnya semangat masyarakat untuk berwira usaha untuk menciptakan peluang kerja yang baru demi mencukupi kebutuhan hidup seperti halnya usaha mikro kecil ternak jangkrik di kalisuren bogor, demi untuk mengetahui kelayakan usaha dilakukan penelitian menggunakan analisa SWOT dengan menggunakan matrik Internal factor evaluliation (IFE) dan Exsternal factor evaluation (EFE) Usaha Mikro Kecil Budidaya Jangkrik memiliki total bobot skor 4,38 dimana bobot kekuatan 3,24 sedangkan kelemahan 1,14 kemudian untuk factor Exsternal meliputi peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) memiliki total bobot skor 4,14 dimana kekuatan 3,24 sedangkan kelemahan 1,14 dengan demikian kekuatan dan peluang lebih besar dibandingkan dengan kelemahan dan ancaman, kemudian dari perhitungan Cost Ratio (R/C) penerimaan dan biaya menunjukkan Rp1,209 maka R/C > 1, hal tersebut meunjukkan adanya prospek yang lebih baik.Kata Kunci : Kelayakan Ternak Jangkrik di Bogor. ABTRACTThe deteriorating economic development forces the growing enthusiasm of the community to be entrepreneurial to create new job opportunities to make ends meet, such as the small micro business of crickets in Kalisuren, Bogor. IFE) and External factor evaluation (EFE) Micro and Small Cricket Cultivation Businesses have a total weight score of 4.38 where the weight of the strengths is 3.24 while the weaknesses are 1.14 then for external factors including opportunities (Opportunities) and threats (Threats) have a total weight score 4.14 where the strengths are 3.24 while the weaknesses are 1.14, thus the strengths and opportunities are greater than the weaknesses and threats, then from the calculation of the Cost Ratio (R / C) the acceptance and costs show Rp1,209 then R / C> 1, it suggests better prospects.Keywords: Feasibility of Micro, Small, Cricket Farming in Bogor.
Copyrights © 2021