Tulisan ini bertujuan untuk menemukan hibriditas budaya pada nyanyian rakyat Lancang Kocik di tengah-tengah masyarakat suku Sakai di Desa Petani, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Analisis pada tulisan ini dilakukan dengan cara deskriptif dengan menjadikan teks nyanyian rakyat Lancang Kocik sebagai objek kajian serta mengamati konteks yang membangun setiap elemen budaya masyarakat pemilik nyanyian rakyat ini. Metode penelitian dilakukan dengan cara menentukan dan mengobservasi Desa Petani sebagai latar nyanyian rakyat Lancang Kocik, selanjutnya melakukan wawancara mendalam kepada narasumber, serta mengumpulkan data, lalu mengolahnya, sehingga dihasilkan kesimpulan bahwa hibriditas dalam nyanyian rakyat Lancang Kocik telah menghasilkan makna dan identitas baru.
Copyrights © 2021