Pada setiap fase kehidupan seseorang tentunya memiliki konflik tersendiri yang mempengaruhi karakter seseorang. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh seseorang yang berada pada fase dewasa awal dan lebih tepatnya pada rentang usia 18-30 tahun ialah permasalahan yang timbul karena memasuki fase quarter life crisis. Faktor budaya dapat mempengaruhi bagaimana seseorang menghadapi masalahnya. Salah satunya adalah mencapai tahap suwung. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh gambaran konsep suwung pada masyarakat Jawa dewasa awal yang mengalami quarter life crisis. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan studi fenomenologi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mampu memahami keberadaan Tuhan, memahami posisinya di alam semesta, mengenal diri khusunya pada apa yang dimiliki dan hendak dicapai, melakukan tindakan positif, dan berupaya untuk menghadapi masalah dalam hidup.
Copyrights © 2021