Ageism merupakan stereotip, prasangka, atau prilaku diskriminasi berdasarkan usia. Pada kehidupan sehari-hari kebanyakan ageism ditujukkan kepada lansia meskipun dapat juga terjadi pada anak muda. Seperti yang dikonstruksikan oleh film, dimana lansia digambarkan sebagai beban bagi sebagian masyarakat. Film merupakan media penyampaian pesan yang efektif dan mudah dipahami. Peneliti menggunakan Film Sweet 20 sebagai objek penelitian karena terdapat sebagian adegan yang merujuk pada realitas ageism. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana ageism direpresentasikan dalam film Sweet 20. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika model Roland Barthes. Melalui denotasi, konotasi dan mitos dalam teori Barthes, peneliti dapat memahami makna ageism dalam film tersebut. Hasil penelitian diperoleh terdapat bentuk-bentuk atau perilaku yang dimaknai sebagai tindakan ageism terhadap lansia dan anak muda.
Copyrights © 2021