Pengobatan TB yang lama mengharuskan penderita memerlukan waktu dan kesiapan secara psikologis agar dapat terus menjalani pengobatan secara konsisten dan teratur. Hal tersebut dapat mempengaruhi interaksi sosial dengan masyarakat lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan lamanya menderita TB dengan interaksi sosial pada penderita TB paru di puskesmas sindanglaut. Jenis penelitian yang digunakan survei analitik dengan pendekatan observasional cross sectional, jumlah sampel sebanyak 29 responden, instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lamanya menderita TB adalah 2 bulan sebanyak 16 responden (55,2%), dan terdapat yaitu 13 responden (44,8%) yang menderita TB > 2 bulan. Sebagian besar responden menyatakan interaksi sosialnya adalah baik yaitu sebanyak 15 responden (51,7%) dan terdapat 14 responden (48,3%) yang menyatakan interaksi sosialnya kurang. terdapat hubungan lamanya menderita TB dengan interaksi sosial pada penderita TB paru di puskesmas sindanglaut kabupaten cirebon tahun 2017 dengan p value = 0,025 (pada α = 0,05). Pihak puskesmas untuk dapat melakukan follow up dalam pemberian pelayanan kesehatan dan keperawatan komprehensif.
Copyrights © 2018